TANGISAN GUNUNG
Diriwayatkan dalam sebuah Hadis, bahwa
Nabi Isa pernah melewati sebuah desa. Pada desa itu terdapat gunung
yang misterius. Tiba-tiba saja, terdengar jeritan tangis yang berasal
dari gunung itu. Karena penasaran, Nabi Isa menananyakan kejadian
tersebut pada penduduk setempat. "Tangisan apa yang ada di gunung itu?"
tanya Nabi Isa. Penduduk desa itupun menjawab, "Sejak kami tinggal di
desa ini, kami telah mendengar tangisan misterius itu."
Jawaban itu semakin membuat Nabi Isa penasaran. Sebagai jalan terakhir, beliaupun memutuskan untuk meminta petunjuk langsung kepada Allah. Nabi Isa berkata, "Ya Allah. Izinkanlah gunung ini berbicara padaku?" Allah menjawab keinginan Nabi Isa dengan mentakdirkan gunung itu bisa berbicara. Gunung itu berkata, "Wahai Nabi Isa. Apa yang kau inginkan dariku?" Nabi Isa menjawab, "Katakan padaku apa penyebab tangisanmu ini?" "Aku adalah sebuah gunung yang mana berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang kafir itu diukir dan dipahat dari batu-batuku. Aku takut Allah melemparkanku ke dalam api neraka jahannam, karena sesunggguhnya aku telah mendengar Allah berfirman;
واتقوا النار التي وقودها الناس و الحجارة : البقرة,24
...
Di sarikan dari Tanbîhul-ghâfilîn. Hal, 432-433,
Jawaban itu semakin membuat Nabi Isa penasaran. Sebagai jalan terakhir, beliaupun memutuskan untuk meminta petunjuk langsung kepada Allah. Nabi Isa berkata, "Ya Allah. Izinkanlah gunung ini berbicara padaku?" Allah menjawab keinginan Nabi Isa dengan mentakdirkan gunung itu bisa berbicara. Gunung itu berkata, "Wahai Nabi Isa. Apa yang kau inginkan dariku?" Nabi Isa menjawab, "Katakan padaku apa penyebab tangisanmu ini?" "Aku adalah sebuah gunung yang mana berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang kafir itu diukir dan dipahat dari batu-batuku. Aku takut Allah melemparkanku ke dalam api neraka jahannam, karena sesunggguhnya aku telah mendengar Allah berfirman;
واتقوا النار التي وقودها الناس و الحجارة : البقرة,24
...
Di sarikan dari Tanbîhul-ghâfilîn. Hal, 432-433,
Buletin Sidogiri Edisi 99 | Kasykul
0 komentar:
Posting Komentar